Selasa, 29 Mei 2012

Perkembangan Kejiwaan Anak Sekolah Dasar

PERKEMBANGAN KEJIWAAN ANAK SEKOLAH DASAR

A.     CIRI-CIRI PERKEMBANGAN KEJIWAAN ANAK SEKOLAH DASAR
1.      Pertumbuhan Fisik dan Motorik maju pesat.
                  Hal ini sangat penting peranannya bagi pengembangan dasar yang diperlukan sebagai makhluk sosial. Pada pertumbuhan fisik dan motorik anak dalam hal ini dapat dilihat atau ditandai oleh adanya pergantian gigi, bertambahnya tinggi dan berat badan pada anak, karena pada masa- masa ini anak biasanya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Nafsu makannya semakin tinggi karena pada usia- usia ini anak akan bersifat lebih aktif untuk bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain dengan teman- teman sebayanya, asyik dengan dunia mereka sendiri. Anak gemar melakukan berbagai kegiatan atau permainan yang secara biologis hal itu berfungsi untuk melatih otot- otot anak dalam masa pertumbuhannya. Pertumbuhan fisik dan motorik pada anak sekolah Dasar kelas 1 tentunya sedikit berbeda dengan kelas 6, pada kelas 6 pertumbuhan fisiknya sudah di tandai oleh mulai bekerjanya perlengkapa kelamin atau munculnya gejala- gejala pubertas sebagai contoh pada anak perempuan sudah ada yang mengalami menstruasi dan pada anak laki- laki mereka sudah ingin disunat dan sudah mulai merasa malu terhadap lawan jenis.
2.      Kehidupan sosialnya diperkaya selain kemampuan hal bersaing dan kehidupan kelompok sebaya.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa dalam kehidupan sosial dan lingkungan bermain anak juga sangat berpengaruh dalam perkembangan jiwa anak itu sendiri karena dari sini anak akan terbentuk kepribadiannya dan menjadi seperti apa anak itu pada masa selanjutnya. Dalam kehidupan sosialnya anak belajar dari apa yang dilihatnya, mengamati lingkungan sekelilingnya dan dari sinilah mereka dapat berfikir dan memahami apa yang terjadi disekelilingnya. Dalam kehidupan sehari- hari anak tentunya juga berinteraksi dengan teman- teman sebayanya. Dalam hal ini biasanya mengalami sedikit persaingan- persaingan kecil, sebagai contoh ini dapat kita lihat dalam sekolah, seorang anak kadang belajar mati- matian untuk mendapatkan juara satu dikelasnya, tentu saja itu tidak mudah karena ia harus bersaing dengan teman- teman satu kelasnya, ini akan menjadi beban tersendiri bagi anak seusianya yang mungkin dianggapnya sebagai sebuah masalah yang besar. Disini Orangtua juga memberi dukungan dengan membantu anaknya belajar dan mungkin akan memberi hadiah sebagai balasan atas usahanya selama ini karena sudah belajar dengan keras. Disini anak akan merasa adanya kepuasan tersendiri karena telah berhasil mengalahkan lawan- lawannya dan mampu menjadi juara.

3.      Semakin menyadari diri selain mempunyai keinginan, perasaan tertentu juga semakin bertumbuhnya minat tertentu.
Dalam ciri perkembangan yang ketiga ini di katakan anak sudah semakin menyadari diri, maksudnya anak sudah mulai mengenali dirinya sendiri, lingkungan serta apa yang harus dilakukannya. Mempunyai banyak keinginan dan mimpi- mimpi yang ingin dilakukannya. Pada masa ini anak juga sudah sanggup dan mulai memperhatikan hal- hal kesusilaan serta menilai perbuatan manusia atas dasar baik dan buruk. Pada masa ini, anak sudah mulai timbul dan terbentuk kata hatinya, serta membutuhkan pendidikan kesusilaan. Pada masa- masa ini anak sudah mulai memiliki parasaan peka terhadap lingkungan sekitarnya, perasaan sedih, senang dan kasihan atau iba terhadap orang lain. Dikatakan juga semakin bertumbuhnya minat, maksudnya pada usia –usia seperti ini anak  basanya mempunyai rasa keingintahuan sangat tinggi, suka bertanya tentang ini itu dari apa yang dilihatnya dan pada akhirnya akan semakin menumbuhkan minatnya untuk belajar. Sebagai contohnya pada masa sekolah Dasar seperti ini anak mempunyai cita- cita ingi menjadi seorang Dokter atau Guru apabila ditanya ingin menjadi apa kelak. Dia berpikir bahwa menjadi seorang Dokter atau Guru adalah pekerjaan yang mulia dan bisa menolong orang lain.
4.      Kemampuan berpikirnya masih dalam tingkatan persepsional.
Disini dapat kita pahami maksudnya, pada umumnya anak sekolah Dasar kemampuan berpikirnya masih dalam tingkatan itu- itu saja, masih dalam tingkatan persepsional atau hanya berpandangan, sekedar menerka- nerka, berpendapat sendiri tentang apa yang dilihat dan terjadi dilingkungan sekelilingnya. Ini dapat dilihat pada anak yang senang rumah- rumahan, mereka memberi batas atau tanda bahwa ini adalah rumahku, ini ruang tamu, ruang istirahat dan dapur. Lain lagi dengan anak yang suka bermain Boneka, mereka memperlakukan Boneka itu seperti anaknya dan dia berperan sebagai seorang ibu, memandikan, menyisir rambutnya, memberi makan dan bahkan mengajaknya berbicara. Pada masa- masa ini anak mempunyai daya tingkat khayal yang sangat tinggi, mereka mempunyai persepsi- persepsi tersendiri dari apa yang dilihatnya dan kemudian mempraktekkannya.
5.      Dalam bergaul, bekerjasama dan kegiatan bersama tidak membedakan jenis, yang  menjadi dasar adalah perhatian dan pengalaman yang sama.
Bergaul dengan sesama adalah sangat penting bagi perkembangan anak, ini sangat penting peranannya bagi pengembangan dasar yang diperlukan sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial. Dalam bergaul, bekerjasama dan kegiatan- kegiatan bersama lainnya anak cenderung tidak membedakan jenis, yang penting mereka merasa cocok, nyaman, nyambung dan juga yang menjadi dasarnya adalah perhatian dan pengalaman yang sama. Pada usia- usia ini anak biasanya cenderung suka berteman dengan mereka yang mempunyai pengalaman, misi, tujuan yang sama tanpa memperdulikan siapa mereka dan bagaimana mereka yang penting mereka merasa cocok. Bergaul, bekerjasama dan kegitan bermain- main lainnya akan menjadikan anak mempunyai kepribadian yang baik, mereka bisa melakukan kegiatan- kegiatan yang mereka inginkan. Bergaul dengan lingkungan sekitar, temen- teman sebayanya akan menjadikan anak memiliki kepribadian yang tidak Egois, mau berbagi dengan sesama dan mau menerima pendapat- pendapat Orang lain. Dengan bergaul anak juga akan memiliki banyak pengalaman- pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan hingga dewasa nanti dan tentu saja akan menggiring mereka menjadi anak yang bermasyarakat dan mempunyai mental yang kuat.
6.      Mempunyai kesanggupan untuk memahami hubungan sebab akibat.
Pada usia- usia ini anak tentu saja sudah mempunyai kesanggupan untuk memahami hubungan sebab akibat. Kemampuan memecahkan persoalan dengan berpikir berdasarkan hal- hal yang konkrit. Sebagai contoh kita sebagai orang dewasa menyuruh anak untuk membuang sampah pada tempatnya, pada saat itu anak akan berpikir, mengapa saya harus membuang dan apa juga untungnya untuk kita, tentu saja anak sudah bisa menjawab, saya harus membuang sampah pada tempatnya dan tidak boleh membuangnya di sembarang tempat karena tentu saja jika itu dilakukan akan terjadi banjir dan merugikan kita semua. Anak adalah peniru yang baik, jadi apa yang dilihat di sekelilingnya tentu juga akan di praktekannya tanpa perduli itu baik atau buruk. Anak akan menelan mentah- mentah apa yang di lihatnya, jadi kita sebagai orang dewasa harus lebih memperhatikan anak , agar ia kelak tumbuh menjadi pribadi yang baik, yang berbudi luhur. Dengan kesanggupan anak yang sudah bisa memahami hubungan sebab akibat, ia akan lebih tahu dan mengenali lingkungannya, bisa menempatkan dirinya ketika ada masalah- masalah yang mungkin terjadi di masyarakat kelak. Dalam masalah ini anak akan berpikir adanya akibat tentu saja pastinya ada sebab musababnya yang menjadikan seperti ini dan begitu juga sebaliknya. Sebab akibat adalah dua hal yang tidak mungkin bisa di pisahkan diantara keduanya ada kesinambungan tersendiri.
7.      Ketergantungan kepada Orang dewasa semakin berkurang dan kurang memerlukan perlindungan Orang dewasa.
Disini di katakan bahwa ketergantungan anak kepada Orang dewasa sudah semakin berkurang dan mungkin sudah kurang memerlukan perlindungan Orang dewasa lagi. Anak sudah mulai membebaskan dirinya dari keterkaitannya dengan Orang dewasa, Ia ingin berdiri sendiri dan sudah mulai ingin membebaskan dirinya dari keterkaitan dengan Orang lain. Anak sudah bisa melakukan apa yang di inginkannya sendiri tanpa bantuan Orang lain. Anak beranggapan bahwa dia bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, Ia sudah bisa mengadakan indentifikasi dengan kondisi dalam lingkungan hidup yang lebih luas. Semakin bertumbuhnya minat untuk memahami diri sendiri dan Orang lain. Selain itu juga bertumbuhnya kemampuan untuk membuat keputusan sendiri dalam hal- hal kecil, Misalnya dalam hal pergaulan, bisa memilih sendara teman- teman bermain yang menurutnya baik dan sudah bisa membuat skala prioritas, membuat jadwal atau jam Kapan ia harus belajar dan bermain. Bertumbuhnya kemampuan sosial meliputi; Kemampuan saling memberi dan menerima, partisipasi dalam masyarakat kelompok sebaya menonjol, bersifat konformis dan tindakan kompetitif untuk menguji kemampuan diri. Jadi dapat dikatakan bahwa anak sudah semakin mandiri, sudah bisa melakukan segala sesuatu dengan cara- cara penyelesaiannya sendiri, sudah bisa melindungi dirinya sendiri atau mungkin orang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar